Latest Updates
Sejarah Betawi
Posted By: Jual Buku Manasik - 9/24/2018Sejarah Asal usul suku Betawi
Ada tiga pendapat yang menjelaskan tentang sejarah suku Betawi, yaitu :
1. Pendapat pertama
Pendapat pertama mengatakan bahwa Suku Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa di masa lalu yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Sehingga etnis betawi disebut sebagai pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok seperti orang Sunda, Melayu, Jawa, Arab, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, dan Tionghoa.
2. Pendapat kedua
Pendapat kedua berdasarkan sejarawan Sagiman MD etnis Betawi telah mendiami Jakarta dan sekitarnya sejak zaman batu baru atau pada zaman Neoliticum. Ia berpendapat bahwa penduduk asli Betawi adalah penduduk Nusa Jawa sebagaimana orang Sunda, Jawa, dan Madura.
Pendapat tersebut juga dipertegas dengan Uka Tjandarasasmita yang mengeluarkan monografinya "Jakarta Raya dan Sekitarnya Dari Zaman Prasejarah Hingga Kerajaan Pajajaran (1977)". Dalam monografinya mengungkapkan bahwa Penduduk Asli Jakarta telah ada pada sekitar tahun 3500 - 3000 SM.
3. Pendapat ketiga
Lance Castles yang pernah melakukan penelitian tentang Penduduk Jakarta dimana Jurnal Penelitiannya diterbitkan tahun 1967 oleh Cornell University dimana mengatakan bahwa secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis yang ada di Indonesia (Sunda, Melayu, Jawa, Bali, Bugis, Makassar,dan Ambon) maupun dari luar seperti Arab, India, Tionghoa dan Eropa.
Penelitian yang dilakukan Lance Castles tersebut menitik beratkan pada empat sketsa sejarah yaitu:
Daghregister, yaitu catatan harian tahun 1673 yang dibuat Belanda yang berdiam di dalam kota benteng Batavia.
Catatan Thomas Stanford Raffles di dalam History of Java pada tahun 1815.
Catatan penduduk pada Encyclopaedia van Nederlandsch Indie tahun 1893
Sensus penduduk yang dibuat pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1930.
Etimologi Betawi
Menurut para ahli dan sejarahwan asal mula kata Betawi mengacu pada pendapat berikut:
1. Pitawi (bahasa Melayu Polynesia Purba) yang artinya pantangan. Perkataan ini mengacu pada komplek bangunan yang dihormati di Batu Jaya. Sejarahwan Ridwan Saidi mengaitkan bahwa Kompleks Bangunan di Batu Jaya, Karawang merupakan sebuah Kota Suci yang tertutup, sementara Karawang, merupakan Kota yang terbuka.
2. Betawi (Bahasa Melayu Brunei) di mana kata "Betawi" digunakan untuk menyebut giwang. Nama ini mengacu pada ekskavasi di Babelan, Kabupaten Bekasi, yang banyak ditemukan giwang dari abad ke-11 M.
3. Flora guling Betawi (cassia glauca), famili papilionaceae yang adalah jenis tanaman perdu yang kayunya bulat seperti guling dan mudah diraut serta kokoh. Dahulu kala jenis batang pohon Betawi banyak digunakan untuk pembuatan gagang senjata keris atau gagang pisau.
Kemungkinan nama Betawi yang berasal dari jenis tanaman pepohonan ada kemungkinan benar. Menurut Sejarahwan Ridwan Saidi Pasalnya, beberapa nama jenis flora selama ini memang digunakan pada pemberian nama tempat atau daerah yang ada di Jakarta, seperti Gambir, Krekot, Bintaro, Grogol dan banyak lagi. "Seperti Kecamatan Makasar, nama ini tak ada hubungannya dengan orang Makassar, melainkan diambil dari jenis rerumputan"
Sehinga Kata "Betawi" bukanlah berasal dari kata "Batavia" (nama lama kota Jakarta pada masa Hindia Belanda), dikarenakan nama Batavia lebih merujuk kepada wilayah asal nenek moyang orang Belanda.
Seni dan kebudayaan
Seni dan Budaya asli Penduduk Jakarta atau Betawi dapat dilihat dari temuan arkeologis, semisal giwang-giwang yang ditemukan dalam penggalian di Babelan, Kabupaten Bekasi yang berasal dari abad ke 11 masehi. Selain itu budaya Betawi juga terjadi dari proses campuran budaya antara suku asli dengan dari beragam etnis pendatang atau yang biasa dikenal dengan istilah Mestizo .
Sejak zaman dahulu, wilayah bekas kerajaan Salakanagara atau kemudian dikenal dengan "Kalapa" (sekarang Jakarta) merupakan wilayah yang menarik pendatang dari dalam dan luar Nusantara, Percampuran budaya juga datang pada masa Kepemimpinan Raja Pajajaran, Prabu Surawisesa dimana Prabu Surawisesa mengadakan perjanjian dengan Portugal dan dari hasil percampuran budaya antara Penduduk asli dan Portugal inilah lahir Keroncong Tugu.
Suku Betawi sebagai penduduk asli Jakarta agak tersingkirkan oleh penduduk pendatang. Mereka keluar dari Jakarta dan pindah ke wilayah-wilayah yang ada di provinsi Jawa Barat dan provinsi Banten. Budaya Betawi pun tersingkirkan oleh budaya lain baik dari Indonesia maupun budaya barat. Untuk melestarikan budaya Betawi, didirikanlah cagar budaya di Situ Babakan.
Bahasa
Bahasa Betawi adalah bahasa kreol (Siregar, 2005) yang didasarkan pada bahasa Melayu Pasar ditambah dengan unsur-unsurbahasa Sunda, bahasa Bali, bahasa dari Cina Selatan (terutama bahasa Hokkian), bahasa Arab, serta bahasa dari Eropa, terutamabahasa Belanda dan bahasa Portugis. Bahasa ini pada awalnya dipakai oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah pada masa-masa awal perkembangan Jakarta. Komunitas budak serta pedagang yang paling sering menggunakannya. Karena berkembang secara alami, tidak ada struktur baku yang jelas dari bahasa ini yang membedakannya dari bahasa Melayu, meskipun ada beberapa unsur linguistik penciri yang dapat dipakai, misalnya dari peluruhan awalan me-, penggunaan akhiran -in (pengaruh bahasa Bali), serta peralihan bunyi /a/ terbuka di akhir kata menjadi /e/ atau /ɛ/ pada beberapa dialek lokal.
Musik
Berikut seni musik masyarakat betawi :
1. Seni Gambang Kromong yang berasal dari seni musik Tionghoa
2. Rebana yang berakar pada tradisi musik Arab
3. Orkes Samrah berasal dari Melayu
4. Keroncong Tugu dengan latar belakang Portugis-Arab
5. Tanjidor yang berlatarbelakang ke-Belanda-an
6. Seni Lenong
7. Gambang Kromong
8. Rebana Tanjidor
9. Keroncong
10. Lagu tradisional "Kicir-kicir".
Tari
Seni tari di Jakarta merupakan perpaduan antara unsur-unsur budaya masyarakat yang ada di dalamnya. Seperti :
1. Tari Topeng Betawi
2. Yapong yang dipengaruhi tari Jaipong Sunda
3. Cokek, tari silat dan lain-lain.
Drama
1. Lenong
2. Tonil
Cerita rakyat
Cerita rakyat yang berkembang di Jakarta adalah :
1. Si Pitung
2. Jagoan Tulen atau si jampang
3. Nyai Dasima
4. Mirah dari Marunda
5. Murtado Macan Kemayoran
6. Juragan Boing
Senjata tradisional
Senjata khas tradisional Jakarta adalah bendo atau golok.
Rumah tradisional
Rumah tradisional Betawi adalah rumah kebaya
Kepercayaan
Sebagian besar Orang Betawi menganut agama Islam, tetapi yang menganut agama Kristen Protestan dan Katolik juga ada namun hanya sedikit sekali.
Makanan Khas Betawi
Masakan
Masakan khas masyarakat Betawi adalah gabus pucung, laksa betawi. sayur babanci, sayur godog, soto betawi, ayam sampyok, asinan betawi, dan nasi uduk.
Kue-kue
Kue-kue khas masyarakat Betawi adalah kue cucur, kue rangi, kue talam, kue kelen, kue kembang goyang, kerak telor, sengkulun, putu mayang, andepite, kue ape, kue cente manis, kue pepe, kue dongkal, kue geplak, dodol betawi, dan roti buaya.
Minuman
Minuman Khas Betawi contohnya adalah es selendang mayang, es goyang, dan bir pletok.
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Betawi
Kamus Betawi Orah
Posted By: Jual Buku Manasik - 9/24/2018
Berikut Ini Kami Tampilkan Kamus Betawi
yang merupakan history orang betawi tempo doeloe sekrang juga masih ada
A Abong : Masa Abongan : Masa iya Almenak : Kalender Apek : Bau Tak Sedap Ajer : Murah Senyum Ambekan : Nafas Ambreg : Berbarengan Ampeg : Nafas senen kemis/asma Amprah-Imprih : Mondar mandir, bolak balik Ancak : Sesaji untuk roh halus Ancer-ancer : Jaga-jaga buat persiapan Andepah/Andepnya : Habisnya Angob : Menguap Anjlogan/gajlugan : Poldur Antepin : Biarkan Awak : Badan Ampyang : BT Anggong : Laper, Tapi Sudah Makan Angsrongin : kasih Anu : Punya Ambak-ambakan : Berantakan Awang : Males Angger : kebiasaan
B Bae : Saja, Sembuh, Baik, Ok Bae-bae : Hati-hati Baba : Pangilan untuk Bapak Babar : Sama rata, Cukup Bale : Tempat Duduk/tidur (Lebar) Bagel : Timpuk Bagen : Biarkan Bangkis : Bersin Bangor : Nakal Bangkotan : Udah tua Bakal Agul-agulan : Bakal sok-sokan Batian : Perbatasan Bari : Sambil Batok : Tempurung Bebatur : Tanah samping rumah kira2 1/2 - 1 meter di bawah genting Begah : Enggan, gak selera Bengek : Sesak Nafas Bentaran : Sebentar Belonjor : Meluruskan Kaki Belis : Rakus Betot : Tarik Berak : Buang Air Besar Beset : Robek Begawe : Bekerja Begug : Bisa Bererod : Baris/Berjejer Becek : Arae Genangan Air Belet : Otak Udang Besok : Esok Besokannya : Lusa Bopong : Angkat Bol Kuning : Pelit Bonggan : Emang kenapa Bonyok : Remuk Bonto : Lunak (hampir busuk) Boto : Cakep Bodonanan : Biarkan Bodo ametan : Biarkan, tidak peduli Bokor : Sejenis mangkuk dari kaleng Budal : Buyar Bujug : Takjub Bujuk buneng : terkejut Buset : Takjub Butut : Jelek Buntut Gasiran : Pelit Blak-blakan : Transparan Bejanggit : ngeluh Begubed : kusut
C Conggah : akrab Comberan : Got/Parit Comot : Ambil Cekrah : sangat Menikmati Colem : Hutang Cetom : Khusyu sama sesuatu COYAH : rame
D Dabel : Ban penuh lumpur, (sandal) Dablong : Berkelakuan buruk Dampyak : Rindang Danges : Mendengarkan orang yang sedang bercengkrama Dapet : Dapat Deg-degan : Berdebar Demenan : Pacar Demek : Belum kering Dempes : Pesek Deprok : Duduk di Bawah Dengkul : Lutut Dengkol : Patah Demen : Suka De’pe : diem aja Dobol : Buang Air Besar Dodog : Memukul di bagian punggung Dol : Blong Donganan : (sama dengan jinganan) Dulu! : sebentar!
E Eluh : Kamu Emen : Sangat Emet : bete Emper : Garasi Empeng : Nenek Emod : (sama dengan rodok) Engkong : Kakek Encang : Kakak orang tua kita Encing : Adik perempuan dari orang tua Entar : Nanti Enya : Panggilan untuk Ibu Ebilah : Kaget Erang-erang : Lubang Angin Edek : Incer Contoh : Anak perempuan itu dari kecil udah di edek (di incer buat jadi bini) Edekan : Inceran
G Gadoh : Makan lauk pauk tanpa nasi Gagay : anak meriuk yg terbelakang mental Galur : Bawah balok Gobangan : Koin Gedeg : Bilik Bambu Gegares : Makan Gepyak : Telaten Gegares : Makan Gobangan : Lubang Besar Gompal: Pecah/Gugur Gebleg : Bodoh Gegerawakan : Teriak Geroan : manggilin Gegeni : Memanaskan tubuh di depan api Gesor : Duduk tanpa aturan Geprak : Hajar Getol : Rajin Getun : Rajin/Semangat Getap : Rajin Gidah : Sanah Gua : Saya, Aku Ganu : Dulu, lalu Gumoh: muntah Guyang : mandiin Gupak : Bermain Air/Lumpur Gujih : Pelit Glanah : berserakan, gak tertaur Gundam : Takjub Girang : Senang/Bahagia Goroh : Berbohong, Dusta Grobog : Lemari Kecil Grojog : Turun Grojogan : Turunan Jalan Growak : Buah yang sudah tidak utuh lagi
H Hordeng : Tirai kain He eh! : Iya Hebring : Gaya
I Idep : Sehat pikiran/waras Idih : lho kok Impleng : incer Inggenan : Batas Intip: melihat melalui lobang/ lihat dari jauh Iles: injek ampe mletet. Iler : Air Liur Ilokan : Masa iya! Isit : Gusi Inggoan: inceran
J Jaro : Pagar Bambu Janggla : Bandel Jampangin : ngladenin Jonjon : Santai Jorogin : Dorong Jojogan : Masuk Ruang Tamu Joprak : Jatuh Jorok : Kotor, Tidak bersih Jogrog : Berdiri Jembreng : Jemur Jegir : Berdiri Jinganan : lagian si..!
K Kaga : Tidak Kaga danta : Tidak Jelas Kaga/ora : Tidak Kaga gableg : Tidak Punya Kaga menjes : Tidak Mampu Kaga keduman: Tidak Dapat/tidak kebagian Kaga asian : Tidak Cocok Kapra : Musim Kaga Semenggah: Tidak Mampu/tidak beres Kantong : Saku Kaulan : Pesta/Hajatan Kemlakaran : Kenyang (melebihi) Karangan! : (sama dengan jinganan) Klaras : Daun pisang yang sudah mengering Klebes : Basah Kebi : Bengkak (Muka) Kebelet : Rasa ingin BAB yang sangat Keleci : Kelereng Keder : Lupa, Lupa Arah Kekedik : Tdk enak diam/gatal garuk Kelambu : Tempat tidur Kempek : Tas Kekemben : Pakai handuk/kain di atas dada Kekedikan : Garuk-garuk Kesohor : Terkenal Koan : Iya Kobak : Empang Kobokan : Mangkuk berisi air buat MencuciTangan Koco : selokan / got Kongko : Ngobrol Koret : Pelit Kroyok : Serbu Krubutin : keroyok Kudu : Harus Kumbah : bilas kepladug : tersandung
L Lagih : Sedang Lakonin : Lakukan Latar : Halaman Lanang : Laki-laki Lelongo : kaget bgn tdr Luber : Penuh Liat : Lihat Lodoh : sangat empuk Longok : Lihat
M Madep : Hadap Maur : Berserakan Mao : Mau Majikan : Bos Mamang : Adik laki-laki dari orang tua kita Menyenyeh : berair, nempel dengan cairan semacam minyak Metu : Berdiam diri saja dirumah Mendek : Menunduk Mewek : Menangis Medit : Pelit Meler : Pilek Melongo : Bengong Mendusin : Bangun dari tidur Mengkel : buah yg blm terlalu matang Merad : Pergi Mledos : jebol Mlendung : membuncit Mindo : Makan (antara kenyang dan tidak) Miswar : Lemari Besar Minggang : Sekat Rumah Betawi Mingser : Minggir Minggat : Pergi (di usir) Mulur : Melar Mindo : Makan, di jam2 Tanggung (Makan sore) Molor : Tidur Modar : mati Manting : Untuk Murag : Berjatuhan
N Nanjain : Menawarkan Nandak :Joged Nembre : Gemuk, bongsor Nemen : parah Nepa : Tertular Neuba : Mendarat Ngaub : Berteduh Nyarap : Makan (Sarapan) Nepak : Cocok, Tidak Beralas kaki, ex: Itu bocah NEPAK (cocok) banget make baju kemeja. Het deh, NEPAK (tidak beralas kaki) bae luh, kaga mao pake sendal. Ngagul : Sombong Ngejeblag : Terbuka Ngemped : Bersandar Ngembet : Menjalar Ngembat : Mengambil dengan tidak izin Ngasoh : Istirahat Ngaub : Cari tempat berindung dari hujan Ngratak : Mencari Barang Ngranapin : Mengalami Nglekeb : Pengap Ngayab : pergi Nglayab :Tidur2an Nglenyom : makan Nongkrong : Jongkok Ngablak : Terbuka Ngeres : Kotor Ngeblak : Tebuka Ngabreg : banyak Ngeuja: Bikin / Membuat Ngejogrog : Berdiri Ngladog : Bepergian Ngucur : Mengalir Ngijon : Pinjam Ngplik : Kipasan Pakai kipas bambu Ngimpleng : melihat-lihat Ngeratak : Mencari Sesuatu Nimbrung : Berkumpul Nyarap : Sarapan Nyampe : Sampai Nyorog : Membawakan Sesuatu (Makanan) Nyogroh : makan kaga pake sendok Nyengget : Memetik Nyeng : Yang Nyerande : nyender Nyohor : Terkenal/Mewah Nyelab : Kenyang Nyambat : Minta Bantuan Nyringis : Menyunggingkan bibir tanda kesakitan Nunclo : diem ditempat Nulad : Niru, nyontek
O Oblag : Longgar Ogah : Tidak Mau ongkoh2 : lanjutin ajah Ora : Tidak Orag : Koyak (Pohon Berbuah) Oyok-oyok : Kejar ora danta pisan : tidak terlihat
P Pala : Kepalabvvv Pangsanan : Sepertinya Pangkeng : Kamar Tidur Pake : Pakai Pantesan : Menyatakan Fakta Paranin : Jemput Penter : Cerah Pengke : Sakit Penglari : Pengeret : Pet/Tudung : Topi Pleter : Kejar Pileran : Norak Pinter : Pintar Potes : Patah (dipaksa)
R Rempug : Bareng-bareng Resep : rame Rogoh : nyari sesuatu dlm kantong Romanan/Romanannya : Kayaknya Rombak : hancur berserakan Rombeng : Udah Jelek, usang Rodok : terlalu matang (Makanan yang dimasak), hampir busuk (buah yang terlalu matang)
S Samper : Jemput Saban : Setiap Srampang : Timpuk (pakai kayu) Sempal : Patah (Pohon) Sengengkean : Banyak bangat Sregep : Semangat Sesrogan : Cepat Seabreg : Banyak Sembari : Sambil Sumpek : Pengap Sumur : Kamar mandi Susah : Sulit, Miskin Singkab : Buka Sinih : Sini Sila : Duduk menyilangkan kedua kaki Sedakep : Menyilangkan kedua tangan, dari kiri ke kanan atawa sebaliknya Somplak : Terbelah Sonoh : Sana Sonoan : Menyuruh untuk pergi (Jarak) Samsih : Sodet Sigrah : Segera
T Taek : Naik Tabok : Tampar Tambus : Bakar Teblag : Menampar di bagian punggung Tempias : Percikan Hujan dari atas genteng Topo : Lap Tukang : Suka, Pedagang Tuman : Kebiasaan Tumblek : Tumpah Tepo : Rapuh Tetaekan : Pemanjat Tebleg : Bodoh Tibang : Cuma Tiker : Tikar Titit : Penis anak laki-laki Tritipan : Tempat jatuhnya air di bawah genting Tesi : Sendok Tekelap : terkejut
U Udag : Kejar Udu : pending Uber : Kejar Umen : Cuma Uwungan : Dalam rumah atas antara kuda2 Usek : Hapus Uplek : khusys, semangat
w Wailah: tidak percaya Wadon : Perempuan Waya : Waktu Wara-wiri : bolak-balik
yang merupakan history orang betawi tempo doeloe sekrang juga masih ada
A Abong : Masa Abongan : Masa iya Almenak : Kalender Apek : Bau Tak Sedap Ajer : Murah Senyum Ambekan : Nafas Ambreg : Berbarengan Ampeg : Nafas senen kemis/asma Amprah-Imprih : Mondar mandir, bolak balik Ancak : Sesaji untuk roh halus Ancer-ancer : Jaga-jaga buat persiapan Andepah/Andepnya : Habisnya Angob : Menguap Anjlogan/gajlugan : Poldur Antepin : Biarkan Awak : Badan Ampyang : BT Anggong : Laper, Tapi Sudah Makan Angsrongin : kasih Anu : Punya Ambak-ambakan : Berantakan Awang : Males Angger : kebiasaan
B Bae : Saja, Sembuh, Baik, Ok Bae-bae : Hati-hati Baba : Pangilan untuk Bapak Babar : Sama rata, Cukup Bale : Tempat Duduk/tidur (Lebar) Bagel : Timpuk Bagen : Biarkan Bangkis : Bersin Bangor : Nakal Bangkotan : Udah tua Bakal Agul-agulan : Bakal sok-sokan Batian : Perbatasan Bari : Sambil Batok : Tempurung Bebatur : Tanah samping rumah kira2 1/2 - 1 meter di bawah genting Begah : Enggan, gak selera Bengek : Sesak Nafas Bentaran : Sebentar Belonjor : Meluruskan Kaki Belis : Rakus Betot : Tarik Berak : Buang Air Besar Beset : Robek Begawe : Bekerja Begug : Bisa Bererod : Baris/Berjejer Becek : Arae Genangan Air Belet : Otak Udang Besok : Esok Besokannya : Lusa Bopong : Angkat Bol Kuning : Pelit Bonggan : Emang kenapa Bonyok : Remuk Bonto : Lunak (hampir busuk) Boto : Cakep Bodonanan : Biarkan Bodo ametan : Biarkan, tidak peduli Bokor : Sejenis mangkuk dari kaleng Budal : Buyar Bujug : Takjub Bujuk buneng : terkejut Buset : Takjub Butut : Jelek Buntut Gasiran : Pelit Blak-blakan : Transparan Bejanggit : ngeluh Begubed : kusut
C Conggah : akrab Comberan : Got/Parit Comot : Ambil Cekrah : sangat Menikmati Colem : Hutang Cetom : Khusyu sama sesuatu COYAH : rame
D Dabel : Ban penuh lumpur, (sandal) Dablong : Berkelakuan buruk Dampyak : Rindang Danges : Mendengarkan orang yang sedang bercengkrama Dapet : Dapat Deg-degan : Berdebar Demenan : Pacar Demek : Belum kering Dempes : Pesek Deprok : Duduk di Bawah Dengkul : Lutut Dengkol : Patah Demen : Suka De’pe : diem aja Dobol : Buang Air Besar Dodog : Memukul di bagian punggung Dol : Blong Donganan : (sama dengan jinganan) Dulu! : sebentar!
E Eluh : Kamu Emen : Sangat Emet : bete Emper : Garasi Empeng : Nenek Emod : (sama dengan rodok) Engkong : Kakek Encang : Kakak orang tua kita Encing : Adik perempuan dari orang tua Entar : Nanti Enya : Panggilan untuk Ibu Ebilah : Kaget Erang-erang : Lubang Angin Edek : Incer Contoh : Anak perempuan itu dari kecil udah di edek (di incer buat jadi bini) Edekan : Inceran
G Gadoh : Makan lauk pauk tanpa nasi Gagay : anak meriuk yg terbelakang mental Galur : Bawah balok Gobangan : Koin Gedeg : Bilik Bambu Gegares : Makan Gepyak : Telaten Gegares : Makan Gobangan : Lubang Besar Gompal: Pecah/Gugur Gebleg : Bodoh Gegerawakan : Teriak Geroan : manggilin Gegeni : Memanaskan tubuh di depan api Gesor : Duduk tanpa aturan Geprak : Hajar Getol : Rajin Getun : Rajin/Semangat Getap : Rajin Gidah : Sanah Gua : Saya, Aku Ganu : Dulu, lalu Gumoh: muntah Guyang : mandiin Gupak : Bermain Air/Lumpur Gujih : Pelit Glanah : berserakan, gak tertaur Gundam : Takjub Girang : Senang/Bahagia Goroh : Berbohong, Dusta Grobog : Lemari Kecil Grojog : Turun Grojogan : Turunan Jalan Growak : Buah yang sudah tidak utuh lagi
H Hordeng : Tirai kain He eh! : Iya Hebring : Gaya
I Idep : Sehat pikiran/waras Idih : lho kok Impleng : incer Inggenan : Batas Intip: melihat melalui lobang/ lihat dari jauh Iles: injek ampe mletet. Iler : Air Liur Ilokan : Masa iya! Isit : Gusi Inggoan: inceran
J Jaro : Pagar Bambu Janggla : Bandel Jampangin : ngladenin Jonjon : Santai Jorogin : Dorong Jojogan : Masuk Ruang Tamu Joprak : Jatuh Jorok : Kotor, Tidak bersih Jogrog : Berdiri Jembreng : Jemur Jegir : Berdiri Jinganan : lagian si..!
K Kaga : Tidak Kaga danta : Tidak Jelas Kaga/ora : Tidak Kaga gableg : Tidak Punya Kaga menjes : Tidak Mampu Kaga keduman: Tidak Dapat/tidak kebagian Kaga asian : Tidak Cocok Kapra : Musim Kaga Semenggah: Tidak Mampu/tidak beres Kantong : Saku Kaulan : Pesta/Hajatan Kemlakaran : Kenyang (melebihi) Karangan! : (sama dengan jinganan) Klaras : Daun pisang yang sudah mengering Klebes : Basah Kebi : Bengkak (Muka) Kebelet : Rasa ingin BAB yang sangat Keleci : Kelereng Keder : Lupa, Lupa Arah Kekedik : Tdk enak diam/gatal garuk Kelambu : Tempat tidur Kempek : Tas Kekemben : Pakai handuk/kain di atas dada Kekedikan : Garuk-garuk Kesohor : Terkenal Koan : Iya Kobak : Empang Kobokan : Mangkuk berisi air buat MencuciTangan Koco : selokan / got Kongko : Ngobrol Koret : Pelit Kroyok : Serbu Krubutin : keroyok Kudu : Harus Kumbah : bilas kepladug : tersandung
L Lagih : Sedang Lakonin : Lakukan Latar : Halaman Lanang : Laki-laki Lelongo : kaget bgn tdr Luber : Penuh Liat : Lihat Lodoh : sangat empuk Longok : Lihat
M Madep : Hadap Maur : Berserakan Mao : Mau Majikan : Bos Mamang : Adik laki-laki dari orang tua kita Menyenyeh : berair, nempel dengan cairan semacam minyak Metu : Berdiam diri saja dirumah Mendek : Menunduk Mewek : Menangis Medit : Pelit Meler : Pilek Melongo : Bengong Mendusin : Bangun dari tidur Mengkel : buah yg blm terlalu matang Merad : Pergi Mledos : jebol Mlendung : membuncit Mindo : Makan (antara kenyang dan tidak) Miswar : Lemari Besar Minggang : Sekat Rumah Betawi Mingser : Minggir Minggat : Pergi (di usir) Mulur : Melar Mindo : Makan, di jam2 Tanggung (Makan sore) Molor : Tidur Modar : mati Manting : Untuk Murag : Berjatuhan
N Nanjain : Menawarkan Nandak :Joged Nembre : Gemuk, bongsor Nemen : parah Nepa : Tertular Neuba : Mendarat Ngaub : Berteduh Nyarap : Makan (Sarapan) Nepak : Cocok, Tidak Beralas kaki, ex: Itu bocah NEPAK (cocok) banget make baju kemeja. Het deh, NEPAK (tidak beralas kaki) bae luh, kaga mao pake sendal. Ngagul : Sombong Ngejeblag : Terbuka Ngemped : Bersandar Ngembet : Menjalar Ngembat : Mengambil dengan tidak izin Ngasoh : Istirahat Ngaub : Cari tempat berindung dari hujan Ngratak : Mencari Barang Ngranapin : Mengalami Nglekeb : Pengap Ngayab : pergi Nglayab :Tidur2an Nglenyom : makan Nongkrong : Jongkok Ngablak : Terbuka Ngeres : Kotor Ngeblak : Tebuka Ngabreg : banyak Ngeuja: Bikin / Membuat Ngejogrog : Berdiri Ngladog : Bepergian Ngucur : Mengalir Ngijon : Pinjam Ngplik : Kipasan Pakai kipas bambu Ngimpleng : melihat-lihat Ngeratak : Mencari Sesuatu Nimbrung : Berkumpul Nyarap : Sarapan Nyampe : Sampai Nyorog : Membawakan Sesuatu (Makanan) Nyogroh : makan kaga pake sendok Nyengget : Memetik Nyeng : Yang Nyerande : nyender Nyohor : Terkenal/Mewah Nyelab : Kenyang Nyambat : Minta Bantuan Nyringis : Menyunggingkan bibir tanda kesakitan Nunclo : diem ditempat Nulad : Niru, nyontek
O Oblag : Longgar Ogah : Tidak Mau ongkoh2 : lanjutin ajah Ora : Tidak Orag : Koyak (Pohon Berbuah) Oyok-oyok : Kejar ora danta pisan : tidak terlihat
P Pala : Kepalabvvv Pangsanan : Sepertinya Pangkeng : Kamar Tidur Pake : Pakai Pantesan : Menyatakan Fakta Paranin : Jemput Penter : Cerah Pengke : Sakit Penglari : Pengeret : Pet/Tudung : Topi Pleter : Kejar Pileran : Norak Pinter : Pintar Potes : Patah (dipaksa)
R Rempug : Bareng-bareng Resep : rame Rogoh : nyari sesuatu dlm kantong Romanan/Romanannya : Kayaknya Rombak : hancur berserakan Rombeng : Udah Jelek, usang Rodok : terlalu matang (Makanan yang dimasak), hampir busuk (buah yang terlalu matang)
S Samper : Jemput Saban : Setiap Srampang : Timpuk (pakai kayu) Sempal : Patah (Pohon) Sengengkean : Banyak bangat Sregep : Semangat Sesrogan : Cepat Seabreg : Banyak Sembari : Sambil Sumpek : Pengap Sumur : Kamar mandi Susah : Sulit, Miskin Singkab : Buka Sinih : Sini Sila : Duduk menyilangkan kedua kaki Sedakep : Menyilangkan kedua tangan, dari kiri ke kanan atawa sebaliknya Somplak : Terbelah Sonoh : Sana Sonoan : Menyuruh untuk pergi (Jarak) Samsih : Sodet Sigrah : Segera
T Taek : Naik Tabok : Tampar Tambus : Bakar Teblag : Menampar di bagian punggung Tempias : Percikan Hujan dari atas genteng Topo : Lap Tukang : Suka, Pedagang Tuman : Kebiasaan Tumblek : Tumpah Tepo : Rapuh Tetaekan : Pemanjat Tebleg : Bodoh Tibang : Cuma Tiker : Tikar Titit : Penis anak laki-laki Tritipan : Tempat jatuhnya air di bawah genting Tesi : Sendok Tekelap : terkejut
U Udag : Kejar Udu : pending Uber : Kejar Umen : Cuma Uwungan : Dalam rumah atas antara kuda2 Usek : Hapus Uplek : khusys, semangat
w Wailah: tidak percaya Wadon : Perempuan Waya : Waktu Wara-wiri : bolak-balik
Langganan:
Postingan (Atom)













Popular
Tags
Videos